Sinergi antara Puskesmas Kintamani VI dan Dinas Kesehatan (Dinkes) merupakan langkah strategis untuk mempercepat penemuan kasus Tuberkulosis (TBC) serta meningkatkan derajat kesehatan lansia. Lansia termasuk kelompok rentan yang memiliki risiko tinggi tertular TBC dengan gejala yang sering kali tidak khas.
Berikut adalah rancangan bentuk sinergi, alur pelaksanaan, dan materi sosialisasi yang dapat diterapkan:
Pembagian Peran (Sinergi)
Dinas Kesehatan:
- Menyediakan logistik kesehatan (reagen, alat screening, kartu menuju sehat lansia, dan obat-obatan).
- Menyediakan media edukasi (leaflet, poster, atau video singkat) terkait pesan "TBC Bisa Sembuh".
- Melakukan supervisi, monitoring, dan evaluasi hasil kegiatan posyandu.
Puskesmas Kintamani VI:
- Menurunkan tim medis (dokter, perawat, petugas laboratorium/promkes) ke lokasi posyandu.
- Melakukan pemeriksaan fisik dan screening kesehatan secara langsung.
- Merujuk lansia yang terindikasi TBC atau penyakit kronis lainnya ke Puskesmas untuk pemeriksaan lanjutan (seperti tes Cepat Molekuler/TCM).
Alur Pelaksanaan Kegiatan di Posyandu Lansia
Pendaftaran & Pengukuran: Lansia didata oleh kader, kemudian ditimbang berat badannya dan diukur tekanan darahnya.
Sosialisasi Interaktif: Petugas Promkes Puskesmas menyampaikan materi edukasi TBC dengan pendekatan yang ramah lansia.
Screening Kesehatan Komprehensif:
- Pemeriksaan Gula Darah, Kolesterol, dan Asam Urat.
- Wawancara gejala TBC (batuk berdahak >2 minggu, demam lama, berat badan turun tanpa sebab, berkeringat di malam hari).
Konsultasi & Pengobatan Medis: Dokter Puskesmas memeriksa lansia yang memiliki keluhan kesehatan.
Tindak Lanjut (Rujukan): Jika ditemukan lansia dengan gejala mengarah ke TBC, petugas akan mengambil sampel dahak atau menjadwalkan pemeriksaan TCM di Puskesmas.
Inti Pesan Sosialisasi: "TBC Bisa Sembuh!"
Mengingat sering kali ada stigmata atau rasa takut di kalangan lansia, sosialisasi harus menekankan poin-poin berikut:
TBC Bukan Guna-guna atau Penyakit Keturunan: TBC murni disebabkan oleh bakteri dan bisa menular kepada siapa saja melalui udara.
Obat Disediakan Gratis: Pemerintah (melalui Dinkes dan Puskesmas) menyediakan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) secara gratis sampai sembuh.
Kunci Kesembuhan adalah Kepatuhan: TBC bisa sembuh total asalkan pasien minum obat secara teratur selama 6 bulan tanpa putus, didampingi oleh Pengawas Menelan Obat (PMO) dari keluarga.